Rabu, 04 Mei 2011

Surat Penarikan Wasiat

Contoh Surat Penarikan Wasiat
Beberapa waktu yang lalu kami pernah mengunggah contoh surat wasiat disini. Dokumen tersebut sampai sekarang menjadi salah satu dokumen yang paling populer di web ini. Artinya memang banyak orang yang membutuhkan dokumen tersebut. Namun, adakalanya Anda yang sudah membuat surat wasiat ingin menarik kembali surat wasiat tersebut. Maka dari itu, disini sebagai pelengkap dari dokumen surat wasiat yang sudah pernah kami unggah sebelumnya, kami juga mempublikasikan contoh surat penarikan wasiat berikut.


Download versi .doc



W A S I A T



Pada hari ini, _____ tanggal _____

Berhadapan dengan saya, _____ , Sarjana Hukum, kandidat Notaris, berdasarkan Surat ketetapan Ketua Pengadilan Negeri Bogor, Tanggal _____ Nomor _____ pengganti dari Tuan _____ , Sarjana Hukum, Notaris di _____ , dengan dihadiri saksi-saksi yang nama-namanya akan disebut pada akhir akta ini: _____ .



Tuan _____ , pekerjaan _____ , bertempat tinggal di _____ Warga Negara Indonesia, Kartu Tanda Penduduk Nomor _____ / _____ Kelurahan _____ yang berlaku hingga Tanggal _____ .



Menurut keterangannya dilahirkan di _____ pada tanggal _____ .

Penghadap menerangkan hendak membuat surat wasiat, dan untuk itu memberitahukan kemauannya yang terakhir kepada saya, notaris, seperlunya di luar saksi-saksi. Kemauan itu saya, notaris, susun dan suruh tulis dalam perkataan-perkataan sebagai berikut:       

-   Saya tarik kembali dan hapuskan semua wasiat dan surat-surat lain yang mempunyai kekuatan wasiat yang dibuat oleh saya, sebelum surat wasiat ini, tidak ada yang dikecualikan.

-   Saya angkat istri saya dan anak-anak saya sebagai para ahli waris tersendiri, masing-masing untuk bagian yang sama.

-   Saya angkat menjadi pelaksana wasiat saya Tuan _____ , pekerjaan _____ , bertempat tinggal di _____ . Demikian dengan memberikan kepadanya segala hak yang menurut Undang-Undang dapat diberikan kepada seorang pelaksana wasiat, terutama hak untuk mengambil dan memegang seluruh harta peninggalan saya menurut aturan-aturan dalam Undang-Undang.



Setelah susunan perkataan tersebut selesai, maka sebelum membacakannya saya minta kepada penghadap untuk memberitahukan kemauannya yang terakhir kepada saya, notaris, akan tetapi sekarang di hadapan saksi-saksi.



Setelah permintaan itu dipenuhi oleh penghadap, maka susunan perkataan tadi saya, notaris, bacakan kepada penghadap, dan sesudahnya saya, notaris, tanya kepadanya apakah yang dibacakan itu benar memuat kemauannya yang terakhir.

Dan, atas pertanyaan itu penghadap menjawab bahwa apa yang dibacakan itu benar memuat kemauannya yang terakhir.



PEMBACAAN, PERTANYAAN, dan PENJAWABAN itu semuanya dilakukan di hadapan saksi-saksi.

Penghadap saya, notaris kenal



DEMIKIANLAH AKTA INI



Dibuat sebagai minuta dan dilangsungkannya di _____ pada hari dan tanggal tersebut dalam kepala akta ini dengan dihadiri:       

1.  _____

2.  _____

Keduanya pegawai kantor Notaris, bertempat tinggal di _____ sebagai saksi-saksi.



Setelah akta ini saya, Notaris bacakan di hadapan penghadap, dan para saksi, maka seketika itu juga penghadap membubuhkan cap jempol kirinya atau ibu jari kirinya, menurut keterangannya ia tidak dapat menulis dikarenakan sakit, namun mengerti isi akta ini, ditandatangani, para saksi dan saya Notaris.



Dilangsungkan dengan tanpa perubahan.

Asli akta ini telah ditandatangani secukupnya.

Diberikan sebagai salinan yang sama bunyi dengan aslinya.



Notaris



______




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar